DOT GAIN
Assalamualaikum Warahmatulahi Wabarokatuh



Apakah mungkin kita menghilangkan dot gain dalam proses cetak?, jawabannya pasti TIDAK. Dalam dunia cetak ini harus diterima sebagai KENYATAAN, bahwa dot gain selalu ada. Cerita bagusnya, fenomena ini dapat dikendalikan dengan memahami faktor-faktor yang mempengaruhi dot gain, supaya tidak berlebihan. 

Dot gain adalah pembesaran diameter halftone dot. Bila suatu pola dot dari film meliputi 30% area image, maka saat tercetak area liputannya menjadi 50%, total dot gain berarti 20%. Total dot gain adalah angka perbedaan antara film negatif dan ukuran dot yang bersangkutan pada lembaran kertas cetakan. Setiap tahap mulai dari proses film, pembuatan plat cetak, kemudian ke tahapan lanjutan cetak menjadi image akhir cetakan, semuanya menyumbang dot gain.
 




Tingkatan Dot Gain

Tidak semua dot membesar dalam derajat yang sama. Area tertinggi terjadinya dot gain adalah pada mid tones (40%, 50%, 60%). Diatas rentang ini, dot-dot secara progresif bersentuhan satu dengan lainnya, jarak sisi luar membesarnya dot gain menjadi hilang. 

Lebih jelasnya dapat dilihat pada profil kurva dot gain versus screen values dalam Figure 2. Dot gain menjadi lebih menonjol saat screen ruling menjadi lebih halus. Fenomena ini menjadi suatu faktor yang membatasi pilihan screen ruling. Tabel 1 menunjukkan suatu contoh bagaimana dot gain berkembang/membesar, dengan screens dari suatu pola dot yang sama, sementara screen ruling menjadi lebih halus. 


Perkembangan Kejadian Dot Grain

Dot gain di tahapan pre-press dapat terjadi pada proses pembuatan negatif dan lalu kemudian berlanjut pada pembuatan plat cetak. Wkatu ekspose dan kontak antara negatif dan plat haruslah dikontrol dengan cermat selama diruangan plat. Dot gain yang terjadi diarea ini harus dikontrol tidak boleh lebih dari 2%. 

Dot gain yang terjadi pada mesin press cetak merupakan akumulasi dari beberapa efek. Setiap kali tinta berpindah dari plate ke blanket, dan blanket ke kertas, ada suatu derajat penekanan mekanis. Semua ini pada akhirnya meningkatkan diameter fisik dari dot yang tercetak. Saat dot dipindahkan kekertas, setting tinta terjadi atas dasar proses penyerapan. Kejadian ini terjadi pada bidang lurus vertikal (diatas kertas). Disamping itu juga terjadi efek melebar, yang menyumbangkan diameter dot menjadi lebih membesar.

Efek Optis

Ada efek optis yang terjadi selama proses cetak berlangsung. Setelah dot dicetak ("mechanical dot"), mata akan melihat dot yang tercetak lebih besar dari ukuran sesungguhnya. Efek ini disebut "Optical Dot Gain" dan ditunjukkan pada Figure 3. Cahaya akan terpecah didalam kertas, beberapa cahaya akan terperangkap pada "halftone dots" dan akhirnya diserpa oleh tinta. Cahaya yang terpantul, akan mengenai dot, dan membuat semacam bayangan pada permukaan kertas. Bayangan ini dilihat oleh mata dan dengan "reflection densitometer", yaitu mempunyai efek yang sama seperti halnya mencetak suatu dot yang membesar. "Optical dot gain" dapat menjadi lebih besar lagi bila bayangan lebih nyata, dan ini tergantung opacity kertas dan permukaan kertas cetak. 

Dengan mengontrol kondisi material dan setting mesin, dot gain sedemikian rupa dikontrol menjadi konsisten. Dengan adanya konsistensi, dimungkinkan untuk mengurangi efek negatif yang muncul sehingga kita bisa memprediksi dot gain pada tahap scanning bila diperlukan. 

Pengukuran
 
Gunakan alat densitometer, untuk mengukur dot gain atau dot area pada kertas cetakan suntuk setiap target tone. Dot gain adalah hasil dari dot area yang terukur dikurangi dengan dot area (dari area yang berkesesuaian) pada negatif. Densitometer kemungkinan besar menggunakan persamaan Murray-Davies yang dapat mengkorelasikan kesatuan densitas dari "tone square" ke ukuran dot. 

Beragam persamaan digunakan oleh berbagai pabrik alat densitometer. Perbedaan ini akan menyebabkan perbedaan hasil. oleh karenanya mengetahui persamaan alat densitometer sangatlah penting. 
Persamaan Murray-Davies equation tertera dibawah ini; (Dt adalah densitas tone dan Ds adalah densitas solid) 

Daftar berikut ini adalah rentang total dot gain yang khas dari cetakan kertas koran dalam urutan warna Hitam(K), Biru (C), Merah (M), dan Kuning (Y) menurut masing-masing lembaga;
1. GATF = K(25-35%) C(25-35%) M(25-35%) Y(25-35%) 
2. SNAP = K(28-34%) C(28-34%) M(28-34%) Y(28-34%) 
3. X-Rite = K(34%) C(33%) M(30%) Y(28%) Corp. 
Catatan: - Semua nilai dihitung dari midtone (50%) area. 
GATF - Graphic Arts Technical Foundation 
SNAP - Specifications for Non-Heatset Advertising.



Faktor Pengaruh

Setelah melakukan "benchmarking" mesin cetak, suatu waktu anda memperhatikan bahwa dot gain terlalu berlebihan dan ingin melakukan perbaikan. Dengan melakukan langkah diatas anda pasti akan bisa menemukan suatu area dimana gain terlalu berlebihan dan upaya perbaikan cukup difokuskan kesana. 



Sehingga dapat disimpulkan
Dalam dunia percetakan kita mengenal istilah DOT GAIN, Dot Gain jika tidak terkontrol atau ukuranya melebihi toleransi akan berpengruh pada kualitas hasil cetakkan. Ukuran Dot Gain diusahakan maksimal tidak lebih dari 20%, untuk menjaga kualitas hasil cetakan. Walaupun untuk percetakan yang belum menggunakan alat-alat standart percetakan yang lengkap, hal itu agak sulit dipenuhi. Sebab untuk menjaga agar Dot gain konsisten sampai akhir proses cetak diperlukan alat dan komponen proses cetak yang memenuhi dan juga control yang ketat dari sumber daya manusianya. Apa itu DOT GAIN ? DOT GAIN adalah pembesaran ukuran halftone dot atau bisa dikatakan perbedaan ukuran halftone dot antara pada negative film dengan hasil cetakan pada media kertas. Setiap tahap proses pencetakan mulai dari proses film, ke proses plate, sampai proses pada mesin cetak, akan menyumbang terjadinya dot gain. Sehingga pengawasan yang maksimal pada masing-masing proses akan dapat mengontrol DOT GAIN agar tetap pada batas toleransi. Tidak semua dot mengalami pembesaran ukuran sama besar. Pembesaran paling tinggi terjadi pada mid tone (bisa sampai 50%) kalau lebih dari itu, maka sisi luar dot akan saling bersentuhan. Dot gain lebih kelihatan perubahan ukurannya pada raster yang semakin tipis.

Cukup sekian dari saya. Maaf apabila ada kekurangan pada tulisan saya. Karena kesempurnaan hanya milik Allah S.W.T 

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatu 



Referensi : 
www.google.com

 




Luthfiyah Nuraini

Kontributor

BelajarGrafika.Com memuat kumpulan materi kegrafikaan yang dirangkum dari berbagai sumber oleh mahasiswa dan alumni Program Studi Teknik Grafika dan mahasiswa Teknologi Industri Cetak Kemasan, Jurusan Teknik Grafika dan Penerbitan, Politeknik Negeri Jakarta (TGP-PNJ).