Memahami Screen Ruling

Kiri : Titik Halftone. Kanan : Bagaimana mata
manusia akan melihat jenis pengaturan ini
dari jarak yang cukup.
APA ITU SCREEN RULING?





   Screen Ruling atau juga dikenal dengan istilah Screen frequency adalah frekuensi dari deretan titik-titik dalam gambar halftone, Screen ruling biasanya dinyatakan sebagai lines per inch (lpi). Screen ruling yang tinggi memberikan penampilan gambar yang lebih halus, dan detail serta ketajaman gambar yang lebih baik. Sebagai ruling yang semakin tinggi, gambar yang dihasilkan menjadi visual yang lebih menyerupai seperti gambar Continuous tone aslinya. Sebuah screen ruling yang tinggi tidak selalu baik, dan pemilihan ruling itu sendiri terikat pada proses pencetakan tertentu. Ruling yang  lebih tinggi tergantung pada hilangnya detail midtone dan dot gain yang signifikan, dimana titik-titik halftone menjadi lebih besar melalui sejumlah faktor. Inilah alasannya mengapa setiap proses pencetakan memiliki batas tertentu terhadap penggunaan screen ruling



   Biasanya untuk mendapatkan hasil cetak halftone dengan kualitas cukup baik diperlukan resolusi gambar  ½  sampai dengan 2 kali dari nilai screen rulingSemakin tinggi nilai lines per inch (lpi) pada gambar halftone, maka semakin padat titik-titik halftone yang di dapat, sehingga menunjukkan ketajaman gambar dan detail gambar yang lebih baik. Sebaliknya, semakin rendah nilai line per inch ( lpi) maka titik-titik halftone dalam gambar yang dicetak akan terlihat lebih jelas. Misalnya pada sebuah gambar halftone memiliki nilai 150 lines per inch (lpi), berarti bahwa dalam setiap 1 inch gambar halftone tersebut ada 150 baris titik.










   Bilangan line per inch (lpi) sendiri merupakan ½ dari nilai dot per inch (dpi). Sebagai contoh, 150 lines per inch (lpi) = 300 dots per inch (dpi).



   Hubungan antara platesetter resolution (dpi) dan screen ruling (lpi) menentukan kualitas output gambar halftone. Dua faktor yang sama juga mempengaruhi tingkat gray level yang ada, serta ukuran tonal depth pada gambar halftone. Screen ruling yang digunakan untuk pekerjaan tergantung pada resolusi platesetter serta stok jenis kertas yang digunakan untuk mencetak publikasi. Screen frequency umum digunakan untuk sebagian besar proses pencetakan; ada yang didefinisikan bagian dari tradisi dan standar kualitas industri. 


   Surat kabar yang dengan full-color umumnya dicetak menggunakan screen ruling dari 100 lines per inch (lpi), karena kertas koran menyerap banyak tinta dan proses pencetakan yang beroperasi pada kecepatan tinggi. Screen frequency yang terlalu tinggi akan membuat foto yang dicetak pada kertas surat kabar menjadi oversaturate dan terlihat seperti berlumpur. Majalah yang dicetak full-color di atas coated paper biasanya dicetak dengan screen ruling dari 133 lines per inch (lpi), sedangkan sheet-fed dan commercial printing biasanya dicetak pada 150 lines per inch (lpi). Garment printing yang dibuat dengan proses sablon umumnya menggunakan frekuensi halftone dari 50 – 65 lines per inch (lpi).



LINE PER INCH (lpi) CHART


output/kertas
typical LPI
Screen printing
35 – 65 lpi
Laser printer/mesin fotokopi
Matte laser paper
50 – 90 lpi
Laser printer/mesin fotokopi
Coated paper
75 – 110 lpi
Quick printer
Uncoated atau matte bond paper
50 – 90 lpi
Quick printer
Coated paper
75 – 110 lpi
Offset printing
Kertas koran
60 – 85 lpi
Offset printing
Uncoated paper
85 – 133 lpi
Offset printing
Coated paper
120 – 150 lpi
High quality offset atau Gravure
Seperti glossy color magazines
150 – 300 lpi

   Jadi, mengapa tidak semuanya dicetak pada 300 lpi? Karena kondisi pencetakan yang memberlakukan batasan-batasan tertentu.



   Screen frequency halftone juga menentukan ukuran halftone cell, yang pada gilirannya menentukan ukuran minimum dari halftone dot (frekuensi tertinggi). Halftone dot terdiri dari printer dot (diukur dalam dot per inch (dpi)). Resolusi printer (imagesetter atau platesetter) menentukan jumlah titik yang tersedia untuk menciptakan halftone dot. Hubungan antara screen ruling dan printer resolution menentukan jumlah gray steps yang dapat disimulasikan. Dengan meningkatnya screen ruling, ukuran halftone cell menurun. Lebih sedikit printer dot yang tersedia untuk membuat halftone dot, Sehingga lebih sedikit gradasi yang dapat direpresentasikan dan gambar mungkin akan kehilangan depth.















   Sistem pencetakan digital, seperti yang dibuat oleh heidelberg dan xerox, menggunakan teknik multilevel dot generation yang canggih untuk membuat penampilan screen ruling yang tinggi dengan resolusi yang terbatas. Mesin ini dapat bervariasi tidak hanya ukuran titik, tetapi juga kepadatan titik, memberikan penampilan beberapa tingkat abu-abu meskipun dengan resolusi yang rendah.




Sumber:
http://www.greenharbor.com

Nama: Diyah Ayu Nur Faidah
NIM: 1615010019



Diyah Ayu Nur Faidah

Kontributor

BelajarGrafika.Com memuat kumpulan materi kegrafikaan yang dirangkum dari berbagai sumber oleh mahasiswa dan alumni Program Studi Teknik Grafika dan mahasiswa Teknologi Industri Cetak Kemasan, Jurusan Teknik Grafika dan Penerbitan, Politeknik Negeri Jakarta (TGP-PNJ).