Kamera Repro konvensional dan Kamar gelap

Fotoreproduksi adalah suatu bidang yang menangani mulai model hingga menjadi plate model. Kamera repro konvensional digunakan untuk pembuatan film dengan fotoreproduksi film, yang nantinya akan dibuat plat cetak.

Dalam fotografi reproduksi kamera yang digunakan yaitu kamera vertikal dan kamera horisontal.



1. Kamera Vertikal


Kamera Vertikal berukuran sedang, yaitu 30 x40cm sampai 45x60cm. Pada kamera ini rel terpasang secara vertikal. Papan model berada di ujung bawah dekat lantai dan papan film berada di atas sehingga operator dapat melihat ke bawah pada kaca periksa.







Kelebihan dari kamera vertikal yaitu:


1. Tidak membutuhkan banyak tempat karena bentuknya vertikal.


2. Lensa obyektif dan prisma kamera vertikal terdapat di bagian depan dan terpasang pada statif semacam tiang dan baja.


3. Di muka statif terdapat bidang model (copy board) yang dapat digerakkan naik turun dengan bantuan roda pemutar yang ada di belakang kamera. Selain naik turun, bidang model dapat juga digerakkan ke kiri dan ke kanan.


4. Lampu untuk penerangan model ada di samping bidang model untuk mengatur agar jarak dengan model tetap sama sedangkan bidang yang diterangi mendapat intensitas cahaya yang tidak berubah.













Gambar Skema kamera vertikal tampak samping





Di bagian belakang kamera vertikal terdapat :


a. Roda-roda pemutar untuk menggerakkan bidang model dan lensa obyektif guna penyetelan ketajaman bayangan


b. Sakelar lampu, tombol untuk membuka penutup lensa dan mekamik untuk mengatur besar diafragma


c. Kaca susu bidang bayangan yang dapat dibuka semacam jendela.


Menyetel ketajaman bayangan menurut format dilakukan dengan memutar roda-roda yang menggerakkan bidang model dan lensa. Ketajaman akan dihasilkan apabila jarak antara bidang model dan lensa serta jarak antara lensa dan bidang film sudah sesuai menurut titik api lensa.







Gambar Jalan sinar pada kamera vertikal


Perbandingan reproduksi yang dapat dicapai berkisar antara 30% sampai dengan 150%.


Bagian pokok kamera reproduksi adalah:


1. Lensa







Gambar Macam-macam Lensa


2. Cupak


3. Badan kamera


Badan kamera terdiri dari:


· Kaca periksa


Berguna untuk mencari ketajaman (memfokus) dan mengatur gambar sebelum menyinari film.


· Papan film


Papan film yang digunakan berlapis ramuan perekat pada permukaan yang rata atau mempunyai punggung vakuum, yang akan menyedot film rata pada permukaannya.


· Alat-alat pengontrol


Terdiri dari 2 pita baja atau sekrup yang mempunyai tanda-tanda penunjuk posisi yang benar dari lensa dan bidang model.


· Alat pengatur waktu


Adalah alat yang digunakan untuk mengatur waktu penyinaran skakelar-skakelar untuk menjalankan pompa vakuum.


4. Papan model


5. Lampu-lampu.






2. Kamera Horisontal


Kamera ini berbentuk horisontal atau tegak memanjang. Kamera horisontal berukuran film terlebar dapat dimuat yang berkisar dari 40 x 50 cm sampai 120x120cm atau lebih besar lagi.














Gambar Kamera horisontal


Berbeda dengan kamera vertikal, kamera horisontal memerlukan banyak tempat. Kamera ini mempunyai rel yang diatasnya terletak bidang model bisa digerakkan mundur maju. Bagian obyektif yang berhadapan dengan bidang model berada di atas rel yang sama dapat digerakkan maju mundur. Mempunyai papan model geser pada sebuah ujung rel yang horisontal sedang di ujung lain terpasang papan film. Lensa dapat dipasang antara kedua ujung rel itu.







Gambar Skema jarak screening pada kamera


Bidang film kamera horisontal umumnya ada di dalam kamar gelap sedangkan bagian lensa dan bidang model ada di luar. Seperti halnya dengan kamera vertikal, lampu penerangan dari kamera ini juga terpasang menjadi satu dengan bidang model.


Untuk mengontrol ketajaman bayangan maupun ukuran, kamera ini dilengkapi dengan kaca susu (ground glass) yang dapat dibuka tutup seperti jendela. Dengan kaca susu ini bayangan gambar diperiksa dahulu ukuran dan ketajamannya, dan setelah itu kaca susu dibuka kembali, kemudian baru dilakukan pemotretan.







Untuk pemotretan model asli yang tembus cahaya, pemotretan dapat dilakukan dengan kamera horisontal, tetapi cahaya harus disinarkan melalui belakang bidang model setelah alas dasar hitam bidang model dilepas terlebih dahulu.




Persyaratan Kamera Reproduksi


a. Stabilitas konstruksi


Konstruksi kamera dapat dipakai dalam jangka waktu yang lama, tidak terjadi keausan maupun perubahan pada bagian-bagian kamera.


b. Ketepatan


Harus dengan leluasa dapat digerakkan meluncur tanpa ada speling dalam keadaan tegak lurus horisontal maupun vertikal.


c. Bebas Getaran


Untuk mendapatkan hasil reproduksi yang tajam, kamera harus bebas dari getaran.


d. Obyektif


Untuk menyatakan bahwa obyektif kamera reproduksi baik, maka harus memiliki daya pemisah yang sempurna, bebas dari penyimpangan bayangan, dapat mencegah penguraian warna dan bebas dari pantulan.


Penggunaan kamera vertikal maupun horizontal masih banyak dijumpai pada percetakan dengan jenis cetakan yang beroplag sedikit atau cetakan-cetakan khusus, misalnya pembuatan stempel, acuan untuk foil, dan sebagainya.






Referensi


https://www.yumpu.com/id/document/view/17166678/teknik-grafika-dan-industri-grafika-jilid-1-smk-uns/195


http://smkyuppenteck4.blogspot.co.id/2010/11/modul-6-el-film-dan-printing-plate-film.html

Rini Muhartini

Kontributor

BelajarGrafika.Com memuat kumpulan materi kegrafikaan yang dirangkum dari berbagai sumber oleh mahasiswa dan alumni Program Studi Teknik Grafika dan mahasiswa Teknologi Industri Cetak Kemasan, Jurusan Teknik Grafika dan Penerbitan, Politeknik Negeri Jakarta (TGP-PNJ).