Manajemen Warna dalam Industri Grafika

Teknologi cetak berkembang sangat pesat. Pemain-pemain baru dalam dunia kreatifpun kian menjamur. Disiplin ilmu yang menaungi dunia ini pun kian variatif, graphic design, packaging design, web design, dan fotografi adalah sebagian kecil dari banyaknya cakupan dalam disiplin ilmu ini.

Diperlukan standarisasi pada masing-masing disiplin ilmu, meski satu sama lain ada keterkaitan. Graphic design, terutama yang berkaitan dengan printing, offset, cetak, memiliki standar yang berbeda dengan cabang design lainya.

Proofing memiliki beberapa tujuan, secara umum sebagai proses menselaraskan keinginan konsumen dengan designer, sebagai standar acuan warna.


Manajemen Warna

Bagian dari proofing adalah standar warna, bertujuan agar warna cetak memenuhi standar yang diharapkan, konsisten, dan dapat diukur, selaras antara warna cetak, monitor, dan proofing.

Masalah yang sering timbul adalah ketidak cocokan antara proofing, monitor, dan hasil cetak. Ada beberapa faktor yang menyebabkan hal-hal tersebut terjadi. Faktor, tinta cetak, mesin cetak, dan kertas. Masing-masing jenis tinta dan kertas memiliki karakter yang berbeda.

Selain itu proses input, yaitu material dasar juga menentukan hasil akhir, apakah dari repro, foto digital, atau media lain. Akan mempengaruhi juga pada hasil cetakan.

Solusi untuk meminimalisasi kesalahan adalah dengan menggunakan alat ukur, kalibrasi semua peralatan (monitor, scanner, printer) dan color chart/finder.

Color Management adalah suatu sistem pengaturan komunikasi warna antara peralatan peralatan yang digunakan dalam suatu alur kerja di industri Grafika, seperti Digital Camera, Scanner,Monitor dan Digital Color Proofing dan Mesin Cetak.

Seringnya terjadi permasalahan pada percetakan atau Industri grafika membuat Color Management diperlukan untuk memudahkan para pekerja khusunya SDM yang berkecimpung di dunia Desain Grafis.
Tujuannya untuk mendapatkan warna yang konsisten dan dapat di prediksi antara monitor dan hasil cetak berupa hasil cetakan atau Digital Color Proof.


Model Warna CMYK












CMYK (adalah kependekan dari cyan, magenta, yellow-kuning, dan black-hitam, dan biasanya juga sering disebut sebagai 'warna proses' atau 'empat warna'). CMYK adalah sebuah model warna berbasis pengurangan sebagian gelombang cahaya (substractive color model) dan yang umum dipergunakan dalam pencetakan berwarna. Istilah CMYK juga biasanya digunakan untuk menjelaskan proses pencetakan itu sendiri. Meskipun terdapat beberapa methode pencetakan yang diterapkan pada percetakan, operator cetak, pembuat mesin cetak dan urutan penintaan, proses pewarnaan umumnya berurutan sesuai dengan singkatannya, yaitu CMYK.



Bagaimana hubungan RGB-CMYK







Secara teori sebenarnya model warna CMY (tanpa Black - Hitam) adalah kebalikan secara langsung dari model warna RGB, dalam hal ini bisa ditarik analogi fungsi konversi sederhana seperti:
fungsi [r,g,b] = cmy2rgb (c,m,y)
r = 1.0 - c;
g = 1.0 - m;
b = 1.0 - y;



.

Teknik separasi saat ini sudah berkembang; Penggunaan 4 tinta proses masih dominan, tapi metode menambah warna tinta cetak berkembang pesat. Teknologi HiFi Color dikembangkan beberapa pihak antara lain Pantone mengembangkan Proses Hexachrome dan Opaltone. Pada teknik Digital Inkjet Printing, perkembangan Warna Proses sedemikian pesatnya, hal ini didorong lantaran karena masalah teknis (kecilnya nozzle dalam printing head), maupun persaingan untuk menghadirkan reproduksi warna yang sempurna (sesuai dengan target pasar yang dituju), ada tinta-tinta seperti: Light Magenta, Light Cyan, Grey, Matt Black, Orange dan Green dll.
Jadi Empat Warna adalah spesifik untuk penyebutan proses pewarnaan dengan menggunakan CMYK.
Membandingkan peralatan optik RGB seperti layar monitor dengan hasil cetak CMYK sangatlah sulit (lihat inset: perbandingan model warna RGB dan CMYK), karena baik komponen peralatan maupun pigmen (zat warna) tinta berbeda sekali.
Meskipun tidak ada rumusan yang sederhana untuk mengkonversi RGB ke dalam model warna CMYK namun banyak yang berusaha mengimplementasikan proses konversi tersebut diatas. Proses ini biasa disebut dengan Color Management System. Dengan memanfaatkan profil warna (color profile) sebuah aplikasi software menghitung dan mengkonversi kedua data model tersebut












Singkatan Key untuk K dalam CMYK
Dalam penerapannya mustahil didapatkan tinta-tinta tersebut diatas yang murni dapat menyerap seluruh gelombang cahaya yang seharusnya diserap. Oleh karena itu suka atau tidak suka ada saja sebagian gelombang cahaya yang tidak diinginkan (Unwanted Color) yang masih dipantulkan sehingga membuat kesalahan warna atau sering disebut hue error.
Meskipun ketiga tinta primer tersebut (CMY) masing-masing memantulkan gelombang cahaya warna yang tidak diinginkan, tapi porsinya berbeda, tinta Cyan memantulkan cahaya Merah yang lebih besar dibandingkan dengan cahaya Green - Hijau yang dipantulkan oleh tinta Magenta demikian juga cahaya Biru oleh tinta Yellow.
Setelah kita menyadari bahwa penumpukan ketiga warna CMY masih memantulkan sedikit cahaya.
Oleh karena itu dalam proses pencetakan ditambahkan warna Black - Hitam sebagai warna ke-4, agar reproduksi warna dapat menghasilkan kepekatan warna hitam yang diinginkan. Mungkin karena fungsi inilah warna ke-4 tersebut sering kali disebut Key, karena tinta blacK merupakan kunci agar cetakan dapat menghasilkan warna pekat sekali)




Pertanyaan Umum Seputar Color Management







1. Apa itu Color management System?


Jawab:


Color Management adalah: Suatu Sistem Pengaturan Komunikasi Warna antara Peralatan peralatan yang digunakan dalam Suatu Alur Kerja di Industri Grafika, seperti Digital Camera, Scanner,Monitor dan Digital Color Proofing dan Mesin Cetak









2. Perlukah Color management dan apa tujuannya?


Jawab:
Perlu, karena seringnya terjadi permasalahan pada Percetakan atau Industri grafika terkait lainnya.
Tujuannya untuk mendapatkan warna yang konsisten dan dapat di prediksi antara monitor dan hasil cetak berupa hasil cetakan atau Digital Color Proof


3. Mengapa terjadi perbedaan warna


Jawab:
Setiap peralatan berkomunikasi dengan bahasa yang tidak sama
Setiap peralatan mempunyai colorspace/gamut (batasan warna) yang berbeda
Persepsi yang berbeda dari setiap orang
Pengaruh cahaya ruangan






4. Apa yang dimaksud dengan kalibrasi?


Jawab:


Kalibrasi adalah mengukur setiap peralatan baik itu monitor, printer atau mesin cetak dengan menggunakan alat pendukung seprti Spyder3 untuk monitor, Spectrophotometer untuk cetak






5. Dapatkah melakukan kalibrasi Monitor tanpa alat?


Jawab:


Bisa, dengan menggunakan Adobe Gamma bawaan dari Adobe, akan tetapi pada Adobe cs versi 3 Adobe Gamma tidak disertakan jadi harus download sendiri






6. Apa yang dimaksud dengan ICC Profile dan bagaimana mendapatkannya?


Jawab:
ICC Profile adalah: Suatu data yang mengandung karakteristik dari setiap peralatan (device)
Untuk mendapatkan Icc Profile dengan mengukur (kalibrasi) misalkan monitor atau cetak. Dan dari hasil pengukuran tersebut didapat masing-masing Icc Profile Monitor dan ICC Profile cetak.






7. Mengapa pada saat merubah image RGB ke CMYK terjadi penurunan?


Jawab:
Perbedaan Color Space antara RGB lebih besar dari CMYK
Menu Color Setting pada Photoshop
Jenis ICC Profile yang digunakan. Apabila ingin melakukan konversi dari RGB ke CMYK pada menu > Edit > Color Setting harus diperiksa dengan benar, Pilih Icc Profile yang sesuai


8. Apa keuntungan menerapkan Color Management?


Jawab:


1. warna dapat diprediksi lebih awal


2. Menghemat waktu, menghindari triel dan error melalui Softproofing dan Hardproofing yang akurat


3. Waste cetak berkurang,


4. Memungkinkan printer dan cetak menghasilkan “true accurate color”


5. Meningkatkan komunikasi warna yang lebih baik






9. Ada berapa model warna?


Jawab:


Ada 4 model warna
CMYK
RGB
CieLab
HSL






10. Mengapa antara monitor satu dengan yang lain berbeda? Sedangkan gambar yang ditampilkan sama?


Jawab:


1. Jenis Monitor LCD/ CRT


2. System Mac / Windows


3. Beda Settingan ICC Profile pada Photoshop






11. Apa yang dimaksud dengan gamut warna?


Jawab:


Gamut warna (color space) adalah batasan warna yang mampu dihasilkan oleh suatu peralatan input atau output maupun cetak. Masing-masing model warna mempunyai gamut yang berbeda. Besar kecilnya gamut menyebabkan warna tiap peralatan terlihat berbeda. Monitor bekerja secara RGB, cetak offset bekerja secara CMYK, digital proofing juga bekerja secara CMYK dan menggunakan toner.







Reference :

http://www.denbagus.com/color-management-manajemen-warna/

http://www.annedameria.com/2011/04/pertanyaan-umum-seputar-color.html

http://www.wikipedia.com

Luthfiyah Nuraini

Kontributor

BelajarGrafika.Com memuat kumpulan materi kegrafikaan yang dirangkum dari berbagai sumber oleh mahasiswa dan alumni Program Studi Teknik Grafika dan mahasiswa Teknologi Industri Cetak Kemasan, Jurusan Teknik Grafika dan Penerbitan, Politeknik Negeri Jakarta (TGP-PNJ).