Apa itu Raster Image Processor (RIP)?


Raster Image Processor (RIP) adalah suatu komponen yang digunakan dalam sistem pencetakan yang menghasilkan gambar raster yang juga dikenal sebagai bitmap. Bitmap tersebut akan dikirim ke perangkat cetak untuk menghasilkan output. Bitmap sebelumnya diolah oleh PostScript (PS) , Portable Document Format (PDF) , XPS atau bitmap lainnya yang memiliki resolusi yang lebih tinggi atau lebih rendah dari perangkat output. RIP digunakan untuk mengolah gambar baik berupa vector maupun bitmap menjadi gambar raster.

RIP juga digunakan untuk memperbesar gambar yang akan dicetak. Komponen RIP ini menggunakan algoritma khusus untuk memberikan gambar yang jernih tanpa mengurangi resolusi atau kualitas dari gambar tersebut.

RIP dirancang untuk membantu memecahkan permasalah pada proses cetak juga mempercepat dan mengotomatisasi proses cetak tersebut. Sehingga waktu yang dibutuhkan dalam proses cetak lebih sedikit dan menghemat uang.

6 keuntungan Dari Raster Image Processor (RIP)

 

1. RIP dapat memastikan gambar PostScript (PS) sempurna bila dicetak

Ada beragam jenis file yang biasa kita kita temui apabila melihat ataupun membuat suatu gambar. Beberapa file (seperti JPEG, GIF, BMP)  terdiri dari pixel berwarna atau titik, yang biasa disebut Image Raster atau Gambar Bitmap.  Gambar yang dicetak baik berupa bitmap atau vector dikirimkan ke print server yang akan memproses RIP, lalu  gambar akan diolah dan mengalami proses penerjemahan atau interpretasi hingga menjadi gambar raster.






Namun ada juga jenis file yang lebih rumit seperti file PostScript yang juga dikenal sebagai file Vector (misalnya PDF, PCL, dan PS file- meskipun PDF dapat mengandung PostScript dan gambar raster). File PostScript berisi sebuah bahasa pemprograman. Sehingga membutuhkan sebuah perangkat yang dapat memproses bahasa program tersebut menjadi gambar raster. Disini RIP berfungsi sebagai penerjemah antara file dari PostScript dan printer yang akan digunakan.

2. RIP menawarkan pengolahan cepat


Biasanya saat akan melakukan proses mencetak, dapat ditemukan berbagai macam kendala. Salah satunya adalah apabila gambar tersebut tidak sesuai sehingga harus dilakukan perubahan ukuran gambar yang akan dicetak. RIP akan melakukan proses tersebut dengan pengolahan yang cepat. Pada dasarnya RIP dapat mengatur berbagai macam alur kerja yang berbeda. Prosesnya cepat dan hanya membutuhkan waktu 7-10 menit per alur kerja. Sehingga hasil yang didapat akan maksimal dengan menggunakan waktu yang efisien.

3. RIP menawarkan ‘printing pintar’ dengan kemampuan mencetak secara bersamaan tanpa perlu menunggu


Jadi kita telah mengetahui bahwa RIP dapat menghemat waktu dan uang tanpa perlu melakukan pekerjaan secara berulang. Tetapi bagaimana dengan waktu yang dibutuhkan untuk mengirim file yang akan dicetak? Disini RIP mampu melakukan proses cetak secara bersamaan tanpa perlu mencetak satu persatu. RIP dapat mengatur berbagai macam alur kerja yang berbeda secara bersamaan. Semakin banyak perangkat RIP yang digunakan maka semakin cepat pula proses cetak dan hasil yang didapatkan semakin banyak.

4. RIP memungkinkan untuk mencetak dari beberapa printer secara bersamaan


RIP memiliki kemampuan untuk mencetak secara bersamaan dari 1, 2 atau 4 printer. Terutama, jika kita ingin mencetak keempat printer secara bersamaan maka dibutuhkan PC yang kuat untuk menjalankan keempat printer tersebut secara bersamaan. Kebanyakan RIP akan memproses seluruh file dan kemudian mengirimkannya ke printer, memberikan output yang konsisten tanpa lagging. Hal ini dikarenakan RIP hanya akan mulai mengirimkan data ke printer setelah semua telah diproses, berkebalikan dengan print driver biasa yang mencoba untuk memproses/ mencetak pada waktu yang sama.

5. Beberapa RIP berisi layout tool  yang menawarkan banyak fungsi yang berguna untuk menyederhanakan pekerjaan kita


Layout tool memiliki penghubung pengguna grafis (lihat gambar). Alat ini memungkinkan kita untuk memodifikasi file secara manual (sedikit mirip dengan PhotoShop). Selain mengubah ukuran gambar, alat ini juga menyediakan banyak fungsi yang berguna, termasuk :
    • Membentuk batas pinggiran di sekeliling gambar yang akan dicetak menggunakan teknik pencerminan, memungkinkan kita untuk memberikan pinggiran di sekitar gambar
    • Menyediakan garis potong pada gambar secara otomatis dengan lebar media yang digunakan
    • Memungkinkan kita untuk mencetak dengan variabel data. Mislanya jika kita memiliki 1000 poster dengan nomor yang berbeda-beda, kita dapat membuat daftarnya di Excel kemudian mengekspornya sebagai file .csv untuk menghindari mengedit gambar secara manual pada masing-masing gambar
    • Tiling – untuk membuat 1 gambar dari satu sisi hingga ke sisi lainnya misalnya untuk wallpaper 

6. RIP menawarkan penyesuaian

Dengan RIP kita dapat membuat beberapa penyesuaian seperti:

    • Jika kita memiliki dua printer atau lebih, kita dapat mengkalibrasikan masing-masing printer sehingga didapatkan warna yang akurat dan konsisten pada semua printer yang terhubung (Linearisasi/ kalibrasi rentang tonal). Hal ini berguna ketika kita menginginkan untuk menggunakan beberapa printer untuk membagi masing-masing pekerjaan. Dengan menggunakan penyesuaian ini kita bisa mendapatkan warna yang akurat dan konsisten diantara semua printer yang terhubung
    • Dapat membuat profil ICC sendiri
    •  Dapat menyesuaikan kapasitas tinta
    • Dapat membatasi jumlah tinta yang dilepaskan dari masing-masing printer

Apakah kita membutuhkan RIP?




Kita akan membutuhkan RIP apabila :

  • lebih dari 1 orang yang menjalankan printer kita
  •  Membutuhkan memaksimalkan penggunaan media dan mengurangi pemborosan
  •  Membutuhkan penyesuaian warna pada cetakan
  •  Membutuhkan peningkatan produktivitas cetak
  •  Menginginkan penyederhanaan alur kerja dan mengurangi waktu yang dihabiskan untuk melakukan proses yang sama secara berulang kali
  •  Ingin mulai membuat profil ICC sendiri





Sumber :

Santi Yuni

Kontributor

BelajarGrafika.Com memuat kumpulan materi kegrafikaan yang dirangkum dari berbagai sumber oleh mahasiswa dan alumni Program Studi Teknik Grafika dan mahasiswa Teknologi Industri Cetak Kemasan, Jurusan Teknik Grafika dan Penerbitan, Politeknik Negeri Jakarta (TGP-PNJ).